Jepang menjadi salah satu negara tujuan favorit bagi pekerja asing, termasuk dari Indonesia. Lalu, berapa sebenarnya estimasi gaji kerja di Jepang?
Gaji pekerja di Jepang bervariasi, tergantung pada berbagai faktor. Data riset atau survei dapat memberikan gambaran kisaran gaji yang bisa didapatkan.
Di Indonesia sendiri, besaran gaji juga ditentukan oleh UMP, kemampuan, pengalaman, dan faktor kompleks lainnya.
Bagi yang berminat bekerja di Jepang, berikut estimasi gaji yang bisa menjadi referensi. Estimasi ini dikonversikan ke Rupiah berdasarkan kurs saat artikel ini ditulis.
Berdasarkan data, rata-rata gaji di Jepang pada tahun 2023 adalah sekitar 4,6 juta Yen per tahun. Angka ini diperkirakan naik menjadi 6,2 juta Yen per tahun pada tahun 2026. Besaran gaji dipengaruhi oleh lokasi, pengalaman, industri, dan pendidikan.
Selain itu, terdapat perbedaan gaji berdasarkan gender dan wilayah. Tokyo menawarkan rata-rata gaji lebih tinggi dibandingkan Okinawa.
Gaji pekerja asing juga bisa berbeda dengan warga lokal karena faktor usia, pengalaman, dan status kerja.
Rata-rata Gaji Tahunan di Jepang
National Tax Agency (NTA) Japan merilis survei mengenai gaji tahunan rata-rata di Jepang per tahun 2023. Hasilnya, rata-rata gaji di Jepang pada tahun 2023 adalah sekitar 4,6 juta Yen per tahun. Jika dikonversikan dengan kurs 1 Yen setara Rp 107,53, maka gaji tersebut sekitar Rp 494 juta, atau Rp 41 juta per bulan.
Terdapat perbedaan gaji antara pekerja pria dan wanita. Karyawan pria di tahun 2023 mendapatkan sekitar 5,6 juta Yen per tahun (sekitar Rp 602 juta atau Rp 50 juta per bulan), sedangkan wanita mendapatkan gaji lebih rendah, yakni sekitar 3,1 juta Yen (Rp 333 juta per tahun atau Rp 27 juta per bulan).
Estimasi Gaji Tahun 2026
Tokyo Portofolio melakukan riset untuk mengetahui rata-rata gaji di Jepang tahun 2026. Riset ini menggunakan data gaji, platform rekrutmen, dan situs lowongan kerja populer di Jepang. Hasilnya, rata-rata gaji pekerja di Jepang tahun 2026 diperkirakan mencapai 515.000 Yen per bulan (sekitar Rp 55 juta).
Gaji satu tahun di Jepang pada 2026 diperkirakan sebesar 6,2 juta Yen atau sekitar Rp 667 juta. Namun, gaji ini tidak bersifat mutlak karena dipengaruhi oleh lokasi, pengalaman kerja, industri, dan tingkat pendidikan.
Semakin tinggi gelar dan pengalaman, semakin besar potensi kenaikan gaji. Industri dengan keterampilan dan kualifikasi tinggi juga menawarkan gaji yang lebih tinggi.
Rata-rata Gaji Berdasarkan Wilayah
Berikut estimasi gaji pekerja di Jepang sesuai dengan wilayah (dalam Rupiah per bulan):
Tokyo: Rp 61 juta
Yokohama: Rp 60 juta
Osaka: Rp 59 juta
Nagoya: Rp 58 juta
Fukuoka: Rp 56 juta
Kyoto: Rp 54 juta
Kawasaki: Rp 53 juta
Saitama: Rp 52 juta
Hiroshima: Rp 51 juta
Okinawa: Rp 41 juta
Gaji Pekerja Asing di Jepang
Gaji orang asing yang bekerja di Jepang bisa berbeda dengan pekerja lokal. Faktor-faktor seperti pengalaman minim atau usia muda membuat pekerja asing memulai karier dengan gaji seperti pekerja pemula.
Menurut Doki Doki Japan, gaji warga asing lebih rendah karena gaji meningkat seiring pengalaman kerja dan usia. Sebagian besar warga asing yang datang ke Jepang berusia 20-30 tahun, sehingga masa kerjanya lebih pendek dibanding warga lokal.
Beberapa warga asing juga memilih pulang ke negara asal, sehingga masa kerja mereka terhenti.
Kisaran Gaji Pekerja Asing
Gaji warga asing bervariasi, tergantung faktor-faktor yang melatarbelakangi. Semakin besar perusahaan, semakin besar pula gaji yang diberikan.
Data tahun 2022 menunjukkan gaji karyawan tetap asing sekitar 336.300 Yen per bulan (Rp 36 juta), sedangkan karyawan kontrak sekitar 226.600 Yen per bulan (Rp 24 juta).
Gaji awal orang asing yang baru bekerja di Jepang berkisar antara 120.000-150.000 Yen (Rp 12-16 juta per bulan).
Gaji yang diperoleh di Jepang akan dikenakan potongan pajak penghasilan, pajak kependudukan, asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, dan asuransi pensiun. Pajak penghasilan di Jepang bersifat progresif, mengikuti nominal gaji.


